Danau Tempe, Pohon Lontar, Rumah Terapung, dan Sengkang

Pernahkah Anda Mendengar Nama “Sengkang”?

Sengkang adalah nama sebuah kota kecil berlokasi di tepi sebuah danau indah bernama danau Tempe di Sulawesi Selatan. Meskipun belum banyak yang tahu, kota kecil ini disebut-sebut sebagai surga tersembunyi kerajinan kain tenun dari pelosok Sulawesi. Di sana terdapat sekitar 10.000 unit usaha rumah tangga pengrajin, yang mengoperasikan setidaknya 13.000 alat tenun tradisional, dengan melibatkan sekitar 16.500 orang, yang menghidupi sekurangnya 66.000 jiwa, dengan total produksi kain tenun sedikitnya 1,8 juta meter setiap tahunnya.

Jalan-jalan ke kota kecil Sengkang, menikmati sudut panorama alam eksotik lain dari pulau Sulawesi, makan kuliner ikan air tawar lezat segar yang baru ditangkap dari danau Tempe tak jauh dari sana, dan membawa pulang oleh-oleh kerajinan tenun khasnya, adalah salah satu pilihan agenda wisata menarik yang patut Anda coba ke depannya.

Baca juga:

Dari Mana Kami Memulainya?

Geliat kota kecil Sengkang dengan kerajinan kain tenunnya, dimulai sejak awal tahun 1980-an, yang saat ini memasuki rentang dekade keempatnya. Meskipun telah berjalan dalam rentang waktu yang cukup lama, namun dapat dikatakan belum banyak hal yang berubah dari perjalanan usaha kerajinan tenun kota ini. Kendala modal, bahan baku, lambannya proses produksi, dan pemasaran adalah beberapa dari masalah yang sering dihadapi para pengrajin dan pemilik usaha. Berbagai masalah ini tentu saja setali tiga uang dengan tingkat kesejahteraan mereka yang masih stagnan, meskipun mereka telah bekerja keras mencurahkan diri sepenuhnya selama berpuluh-puluh tahun dalam usaha ini.

Atas alasan keprihatinan itulah kami sebagai generasi penerus memulai usaha ini. Menawarkan sekaligus berbagi solusi untuk menyelesaikan berbagai kendala yang mereka hadapi utamanya terkait proses produksi dan pemasarannya. Memadukan segala warisan pengetahuan tradisi dengan inovasi dan kreasi, lalu memberdayakan semuanya secara maksimal. Dan berusaha memberikan geliat hidup baru untuk lebih dinamis, lebih sejahtera, dan lebih maju untuk kota kecil ini dan masyarakatnya.

Tentang “Tenun Sengkang”

Melalui nama Tenun Sengkang yang mulai diperkenalkan pada Februari 2014, kami berharap bisa menyebarluaskan informasi tentang kerajinan kain tenun Sengkang kepada masyarakat luas, dalam dan luar negeri, sebagai salah satu warisan budaya wastra Indonesia dari pelosok Sulawesi. Sekaligus menjembatani hubungan baik yang dibangun antara para pengrajin pembuat kain tenunnya, dengan Anda pecinta-pemakai kain tenun nusantara.

Kain tenun Sengkang ini sangat cocok digunakan sebagai bahan untuk busana  wanita seperti blouse, blazer, kemeja, rok, variasi, aksesoris, dan sebagainya. Dengannya kami berharap Anda benar-benar dapat merasakan sensasi unik eksotis dengan mengenakan kain tenunnya, seperti sedang berada bersama kami di sini, di Sulawesi. Semoga dapat berjumpa dan berbagi rasa.